Audio Bumper

Tuesday, July 17, 2018

Monitoring ketat agar Kabupaten Tegal bisa Eliminasi Kusta tahun 2019

Mengejar target Kab. Tegal Eliminasi kusta 2019, berbagai langkah dilakukan Dinas Kesehatan Kab. tegal yaitu dengan mengadakan ICF Intensif Case Finding dan Pemeriksaan Kontak kusta baik penderita baru maupun penderita lama.







Ari Dwi Cahyani, SKM, M.Kes, Kasie P2PM Bidang P2P Dinkes Kab. Tegal menuturkan bahwa strategi ini yang sudah terbukti bisa meningkatkan penemuan kasus baru kusta. Kasus kusta yang selama ini belum terdeteksi kemungkinan akan terjaring dengan ICF dan Pemeriksaan kontak.

Ari menjelaskan "ICF akan dilaksanakan Juli - September 2018, dan pemeriksaan kontak akan dilaksanakan rentang waktu Juni - Oktober 2018".

ICF adalah pencarian kasus kusta baru dengan cara pemberdayaan masyarakat dalam mengenal, mencari bercak mati rasa yang diduga kusta. Masyarakat akan diberi penyuluhan mengenai tanda kusta yang paling mudah dikenali, yakni bercak putih atau kemerahan pada kulit yang mati rasa. Itu adalah salah satu tanda utama dari penyakit kusta.

Jika menemukan anggota keluarganya yang mempunyai bercak mati rasa ini, esoknya akan dibawa dan diperiksa petugas Puskesmas di tempat tertentu yang telah disepakati, misalkan balai desa atau rumah warga. Lalu akan diperiksa lebih intensif sensasi mati rasa dengan menggunakan kapas. Disitu nanti jelas apakah dia kusta atau bukan, atau memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pemeriksaan kontak kusta adalah dengan mengunjungi ke rumah penderita kusta baik penderita yang baru ditemukan (2018) maupun penderita lama yang ditemukan dari 2012 sampai dengan 2015. Tujuannya adalah memeriksa anggota keluarga serta tetangga sekitar rumahnya apakah ada tanda-tanda penularan. Karna kusta menular melalui pernafasan, maka rumah tetangga terdekat dari rumah penderita juga perlu diperiksa.

Dengan ini diharapkan akan menemukan kasus kasus yang tersembunyi yang belum terlaporkan. Pemeriksaan ini akan dilakukan benar-benar intensif sesuai standart pemeriksaan fisik pasien terduga kusta, yaitu melalui pemeriksaan pandang (inspeksi), test fungsi saraf (motorik, sensorik), serta test rabaan penebalan saraf tepi (palpasi).

Dijelaskan Ari, bahwa sasaran ICF kali ini adalah 10 wilayah Puskesmas dengan kasus kusta tinggi yaitu Puskesmas Adiwerna, Pagiyanten, Pagerbarang, Margasari, Pangkah, Kaladawa, Kedungbateng, Kambangan , Kupu, Dukuhwaru. Total ada 39 lokasi dari 10 desa tersebut. Masing-masing lokasi ditarget 200 Kepala keluarga (rumah).

Sedangkan untuk pemeriksaan kontak kusta semua Puskesmas wajib melaksanakannya dengan target pasien baru sejumlah total 247 dan pasien lama sejumlah 766 orang se Kabupaten Tegal. Masing-masing dari pasien itu dilakukan pemeriksaan kontak minimal kepada 20 orang terdekatnya.

Anggaran telah dipersiapkan untuk ICF dan Pemeriksaan kontak, berasal dari APBD II, APBD I dan dana BOK Puskesmas. Untuk mencapai eliminasi 2019 ini Kabupaten Tegal harus mencapai angka prevalensi penderita kusta (angka kesakitan penderita baru dan lama yang masih berobat) dibawah 1 per 10.000 penduduk. 

"Bersyukur, penemuan kasus baru sampai dengan bulan Juli ini sudah 60%, itu hasil kerja keras petugas Puskesmas melalui pemeriksaan kontak dan ICF yang sedang berlangsung". Dia berharap melalui kegiatan ini dan monitoring ketat, akan bisa mencapai target penemuan kasus baru sejumlah 247 tahun ini. 

"Kami akan pantau terus progress tiap bulan, agar eliminasi 2019 bisa tercapai"  tandas Ari.

No comments:

Post a Comment