Audio Bumper

Sunday, September 23, 2018

Penanganan DBD semakin sulit

Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penularan demam berdarah dengue kian sulit diberantas. Sebab, nyamuk itu tidak hanya menularkan penyakit itu setelah menggigit manusia yang terinfeksi virus dengue, tetapi juga dapat menurunkan virus dengue hingga lima generasi. 


Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoar Penyakit (B2P2VR) Salatiga Vivi Lisdawati, Jumat (5/2), di Salatiga, Jawa Tengah, menjelaskan, genetika nyamuk Aedes aegypti bermutasi sehingga virus menurun melalui transovarial. Virus dengue bisa diturunkan pada telurnya. Penyebab mutasi kompleks, antara lain kondisi lingkungan, seperti iklim, bahan kimia, dan perubahan pola hidup masyarakat. 

Riset mekanisme transovarial pada nyamuk Aedes aegypti  dilakukan sejak 2012 di Kota Salatiga. Ditemukan nyamuk yang terkandung virus dengue meski belum menggigit manusia yang terinfeksi virus. Hal itu juga terjadi di sejumlah daerah di Indonesia dan menyebabkan kasus DBD meningkat pesat. 

Dengan kian banyak kemungkinan nyamuk terinfeksi virus dengue, kasus DBD akan meningkat jika tak dicegah secara efektif. Karena itu, cara paling efektif ialah mencegah perkembangbiakannya, yakni memberantas sarang nyamuk dengan menutup tempat penampungan air, mengubur barang bekas yang bisa menampung air, menguras bak penampungan air, dan menyikat tempat penampungan air. 

Vivi menjelaskan, menyikat bak mandi atau tempat penampungan air diperlukan untuk menghilangkan telur nyamuk yang tidak terlihat. Telur nyamuk menempel di dinding penampung air dan bisa bertahan lama dalam kondisi kering. Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengungkapkan, satu nyamuk Aedes aegypti bisa bertelur hingga 200 butir. "Satu-satunya cara menghindarinya ialah mencegah perkembangbiakan nyamuk dan melindungi diri dari gigitan nyamuk. 

Daerah-daerah endemis yang kasusnya tinggi biasanya di dataran rendah," kata Yulianto. Langkah pengasapan juga dinilai tak efektif karena hanya membunuh nyamuk dewasa. Telur nyamuk yang mengandung virus dengue tak ikut mati. Pengasapan juga membuat nyamuk kelamaan jadi kebal insektisida. Ilustrasi. 

Virus tak bermutasi 
Kepala Unit Dengue Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Tedjo Sasmono, di Jakarta, kemarin, mengatakan, dari aspek virologi, tak ada perubahan ataupun mutasi virus dengue di Indonesia. Jadi, merebaknya kasus DBD tak terkait perubahan atau mutasi virusnya, tetapi lebih soal perubahan cuaca dan manajemen penanganan penyakit yang harus dibenahi. 

Hingga kini, virus dengue yang ada di Indonesia terdiri dari empat jenis serotipe, yakni DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Tiap tipe memiliki subtipe atau strain hingga ratusan. "Dari virusnya, tak ada perbedaan klinis meski DEN-2 lebih kerap menyebabkan keparahan penyakit," ucapnya. Banyaknya variasi strain itu mempersulit upaya menemukan vaksin dengue terbaik. Orang yang kebal satu jenis virus dengue belum tentu kebal tipe lain. Kini, vaksin dengue dalam tahap izin di Kementerian Kesehatan. 

Meski nantinya vaksin bisa beredar, itu tak menjamin penyebaran dengue bisa diatasi karena rantai virus dan vektornya tak putus. Mayoritas orang dewasa yang tinggal di daerah endemik DBD bisa kebal penyakit itu karena pernah digigit nyamuk yang terinfeksi empat tipe virus itu. Namun, begitu nyamuk 

Aedes aegypti menggigit orang yang terinfeksi virus itu lalu menggigit orang lain yang belum terinfeksi, terutama anak-anak, penularan ke orang baru terjadi. Dengan melihat karakter virus dengue itu, Tedjo menyarankan, cara mengatasinya harus terintegrasi dari aspek manusia, nyamuk, dan lingkungan. Dari aspek manusia, begitu ada gejala demam, terutama di daerah endemik, sebaiknya langsung diperiksa darahnya di laboratorium. Hal itu karena dampak serangan virus itu ke setiap orang berbeda. 

Ada yang menyebabkan demam tinggi, ada yang tak terlalu panas sehingga dianggap flu biasa. Kini, mayoritas laboratorium punya kemampuan mendeteksi virus dengue. Jika dikenali sejak awal, pasien bisa diselamatkan. Dari aspek nyamuknya, perlu ada upaya agar tak digigit nyamuk, terutama anak-anak dan ibu hamil, yang daya tahan tubuhnya rendah. Dari aspek lingkungan, perlu pengasapan atau pembersihan tempat perkembangbiakan nyamuk untuk memutus siklus hidupnya.  (UTI/AIK/ADH)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penanggulangan DBD Semakin Sulit", https://lifestyle.kompas.com/read/2016/02/06/140000723/Penanggulangan.DBD.Semakin.Sulit

Tuesday, September 11, 2018

Kirim SMS, cara puskesmas lapor pemberian obat cacing

Dalam hal teknologi, manusia selalu berpikir bagaimana caranya agar teknologi tersebut bertambah mudah, murah, manfaat, kualitas dan cepat. Sama halnya dengan pelaporan, bagaimana caranya mengumpulkan laporan bisa cepat, mudah menganalisa, mudah menyajikan dan berkualitas.





Itulah mengapa Kementerian Kesehatan RI meluncurkan Aplikasi "e Filca" untuk sistem informasi komunikasi program Filariasis dan Kecacingan. Diharapkan dengan program ini semua petugas puskesmas bisa melaporkan dengan cepat, aktual, mengenai sasaran, jumlah cakupan dan periode pemberian obat cacing.

Aplikasi berbasis internet dan SMS gateway ini akan mulai dijalankan di Kabupaten Tegal tahun ini juga. Petugas program Kecacingan akan melaporkan hasil pemberian obat cacing di wilayahnya, baik di Posyandu maupun di sekolahan dengan cara mengirim SMS. Sementara sistem ini berjalan , laporan manual tetap dikirimkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal.

Berikut ini adalah beberapa petunjuk penting pelaporan SMS program Kecacingan:
1.      Cara registrasi nomor hand phone petugas program kecacingan
a.       Pelaporan program Kecacingan dilakukan secara manual dan SMS gateway, Nomor HP petugas wajib didaftarkan terlebih dahulu agar laporan bisa diterima.
b.      Daftarkan nomor HP utama petugas yg biasa digunakan untuk menelpon dan SMS
c.       Cara Registrasi no.Hp dengan ketik SMS:
C,(kode Puskesmas), (nama petugas), (email), (jenis kelamin)
Contoh: C,P3328010102,Budi, Budi@gmail.com, L
Kirim ke: 081385508145/ 081389009589/ 085775897681

2    2. Cara melaporkan hasil cakupan pemberian obat cacing posyandu
a.    Hasil cakupan pemberian obat cacing di Posyandu, dilaporkan jika sudah selesai semua pemberian obat cacing di posyandu karena dilaporkan 1kali saja tiap Puskesmasnya, dengan cara ketik SMS:
     CP,(kode puskesmas), (jumlah posyandu yang ada), (jumlah posyandu yang lapor), (tahun-bulan kegiatan), (periode bulan pemberian), (jumlah anak laki-laki usia 1-6th), (jumlah anak perempuan usia 1-6th), (jumlah anak laki-laki minum obat), (jumlah anak perempuan minum obat)
      Contoh: CP,P3328010102,12,7,2018-09,2,20,50,10,45
Kirim ke: 081385508145/ 081389009589/ 085775897681
b.      Periode bulan pemberian adalah angka:
1 (untuk bulan Januari –Juni), 2 (untuk bulan Juli- Desember)
c.       Jika ada revisi laporan bisa dikirim ulang, SMS terbaru yang masuk otomatis menghapus SMS lama di sistem SMS gateway.

     3. Cara melaporkan hasil cakupan pemberian obat cacing sekolah (SD/MI)
a.       Hasil cakupan pemberian obat cacing di sekolah harus di SMSkan setiap sekolah, dengan cara ketik SMS:
CO, (kode puskesmas), (kode sekolah), (tahun-bulan pemberian), (periode bulan pemberian), (jumlah sasaran murid perempuan), (jumlah sasaran murid laki-laki>) (jumlah murid perempuan minum obat), (jumlah murid laki-laki minum obat )
Contoh: CO, P3328010102, 69914171, 2018-09,2,122,78,75,60
Kirim ke: 081385508145/ 081389009589/ 085775897681
d.      Periode bulan pemberian adalah angka:
1 ( untuk bulan Januari –Juni), 2 (untuk bulan Juli- Desember)
b.      Jika ada revisi laporan bisa dikirim ulang, SMS terbaru yang masuk otomatis menghapus SMS lama di sistem SMS gateway.

No. Puskesmas Kode Puskesmas
1 MARGASARI P3328010101
2 KESAMBI P3328010202
3 BUMIJAWA P3328020101
4 BOJONG P3328030201
5 DANASARI P3328030202
6 BALAPULANG P3328040101
7 KALIBAKUNG P3328040202
8 PAGERBARANG P3328050201
9 LEBAKSIU P3328060201
10 KAMBANGAN P3328060202
11 JATINEGARA P3328070101
12 KEDUNG BANTENG P3328080201
13 PANGKAH P3328090201
14 PENUSUPAN P3328090202
15 SLAWI P3328100201
16 DUKUHWARU P3328110201
17 PAGIYANTEN P3328120102
18 ADIWERNA P3328120201
19 DUKUHTURI P3328130201
20 KUPU P3328130202
21 TALANG P3328140201
22 KALADAWA P3328140202
23 TARUB P3328150201
24 KESAMIRAN P3328150202
25 KRAMAT P3328160201 
26 BANGUN GALIH P3328160202
27 SURADADI P3328170101
28 JATIBOGOR P3328170202
29 WARUREJO P3328180201

Link Download:
Buku panduan Aplikasi yang diluncurkan tahun 2018 ini dapat diunduh disini: https://bit.ly/2x1ZckA
Kode Puskesmas se Kabupaten Tegal disa diunduh disini: https://bit.ly/2x808E3
Kode Sekolah SD dan MI se Kabupaten Tegal disa diunduh disini: https://bit.ly/2wVWn5G
Format laporan manual bisa diunduh disini: https://bit.ly/2D7NHi0

Link penting: Laporan online filariasis dan kecacingan: http://filariasis.kemkes.go.id/grafik_kecacingan