Audio Bumper

Monday, September 4, 2017

Dinkes Berantas Penyakit Kecacingan

Slawi- Kerugian yang dialami akibat kecacingan luar biasa, jika dihitung finansial setahun kita Rp 42.356.986.912 sedangkan kehilangan protein jika diuangkan adalah 509.593.827.511 tiap tahunnya karena karbohidrat dan protein yang dikonsumsi manusia tidak diserap oleh tubuh tapi malah dimakan cacing. 

                         

Demikian disampaikan Kabid P2P, Amat Kiswandi, SKM, MM di rapat kordinasi program kecacingan di Aula Dinkes. Kiswandi menambahkan "belum kerugian yang lain seperti kehilangan darah bisa sampai 57.632.635 liter/th. SDM kita bisa rendah karena dengan anemia maka produktivitas menurun, akibatnya adalah sosial ekonomi kita rendah. Belum efek pada ibu hamil dan Bayi dengan berat badan lahir rendah resikonya adalah kematian. Anak-anak juga bisa mengalami Gizi Buruk" imbuhnya.

Beberapa Cacing yang masuk program pemberian obat cacing adalah:
1. CACING GELANG ( Ascaris lumbricoides )
2. CACING CAMBUK ( Tricuris trichiura )
3. CACING TAMBANG (Ankylostoma Duodenale, Necator Americanus)

Kiswandi menambahkan "Kecerdasan anak kita bisa turun, 1 ekor cacing menurunkan 3,75 point IQ ( data WHO 2005)"














Kasi P2PM Ari Dwi Cahyani, SKM, M.Kes menjelaskan bahwa Kabupaten Tegal sendiri adalah wilayah dengan nilai prevalensi kejadian kecacingan sedang (20-50%), jadi program pemberian obat cacing adalah 1x tiap tahun. Obat yang diberikan bernama Albendazole 400mg yang bisa membunuh cacing, telur dan larvanya sekalian.

Program ini akan dilaksanakan sepanjang Agustus - September 2017 di seluruh wilayah Kabupaten Tegal. Maka perlu kerjasama lintas sektoral yang baik untuk mensukseskannya terutama PAUD dan SD/MI. Anak usia 1-2 thn akan diberikan obat separuh tablet, dan anak 2-12 tahun 1 tablet. Program ini sudah berjalan masuk ke tahun ketiga di Kab. Tegal dan akan berjalan sampai dengan tahun 2019.

Tentunya program pemberian obat cacing ini tidak bisa memutuskan mata rantai penularan kecacingan tanpa didukung perilaku hidup dan bersih dari masyarakat seperti cuci tangan pakai sabun, tidak buang air besar sembarangan, menggunakan alas kaki dan kebiasaan menggunting kuku.











No comments:

Post a Comment