Audio Bumper

Thursday, September 14, 2023

Pedoman Terbaru Program Dengue


Pengelolaan sebuah program kesehatan harus berpegang pada pedoman program yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI. Pedoman tersebut bisa berupa produk perundangan-undangan yang diturunkan sampai dibuat sebuah buku pedoman atau bahkan surat edaran. Pengelola program di lapangan dan pihak yang terkait sudah seharusnya dapat segera menyesuaikan jika terdapat pembaharuan pedoman seperti adanya kepmenkes/permenkes terbaru. Seperti yang terjadi pada program Dengue, telah diputuskan pedoman baru berupa:

1. KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIANOMOR HK.01.07/MENKES/9845/2020TENTANGPEDOMAN NASIONAL PELAYANAN KEDOKTERANTATA LAKSANA INFEKSI DENGUE PADA DEWASA

2. KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIANOMOR HK.01.07/MENKES/4636/2021TENTANGPEDOMAN NASIONAL PELAYANAN KEDOKTERANTATA LAKSANA INFEKSI DENGUE ANAK DAN REMAJA (bjm/epid).


Thursday, September 7, 2023

Obat kusta



Regimen obat kusta MDT MB dan PB, dewasa dan anak beserta dosisnya

dosis obat kusta
efek samping obat kusta




Friday, August 18, 2023

Target kemoprofilaksis 2023


Monday, February 20, 2023

Cara mengisi laporan Silantor DBD online

Cara pengisian Silantor:

2. Masukkan password:



Jika sudah memasukkan  usernam dan password namun tidak bisa masuk, coba untuk "refresh" halaman tsb. 
 
3. Ada 2 data yang harus diisi. Yaitu: pendataan surveilans dan pendataan intervensi vektor.
a. Pendataan Surveilans adalah untuk mengisi hasil survey vektor jentik. 
Klik fitur PENDATAAN SURVEILANCE dan PENDATAAN ONLINE pada side bar kiri, lalu klik TAMBAH pada kanan atas. Lalu isilah data: 
- berapa jumlah rumah diperiksa 
- jumlah rumah positif jentik Aedes. 
Lalu SIMPAN.
  
 
  


b. Pendataan intervensi vektor adalah untuk mengisi data pengendalian vektor.
Klik fitur PENDATAAN INTERVENSI VEKTOR dan PENDATAAN ONLINE pada side bar kiri, lalu klik TAMBAH pada kanan atas. Lalu isilah data intervensi vektor DBD yang telah dilakukan, baik secara fisik, biologi, kimia, 


  


Perhatikan: 
Untuk larvasida kita (Abatte), pilih: Larvasida golongan Organophosphate, jenis Temephos. 
Untuk fogging kita, pilih golongan Pyrethroid (PY), jenis Cypermethrin. Lalu klik SUBMIT.

Jika ingin melihat hasil rekapan entry data kita, bisa dilihat di Dashboard Puskesmas, pilih filter variabel waktu tahun dan bulan di sebelah kanan atas. 


Thursday, January 26, 2023

Indeks Bakteriologi dan Indeks Morfologi kuman kusta

Indeks Bakteriologi

Indeks bakteriologi merupakan ukuran semi kuantitatif kepadatan BTA dalam sediaan apus. Guna IB untuk membantu menentukan tipe kusta dan menilai hasil pengobatan. Penilaian dilakukaan menurut skala Ridley

 

 

 

Indeks Bacteriologi

0

 

0 BTA dalam 100 LP, hitung 100 lapangan pandang

1 +

 

            1 – 10 BTA dalam 100 LP, hitung 100 lapangan pandang

2 +

 

1 – 10 BTA dalam 10 LP, hitung 100 lapangan pandang

3 +

 

1 – 10 BTA dalam rata- rata 1 LP, hitung 25 lapangan pandang

4 +

 

10 – 100 BTA dalam rata-rata 1 LP,hitung 25 lapangan pandang

5 +


100 – 1000 BTA dalam rata – rata 1 LP, hitung 25 lapangan pandang

6 +

>1000 BTA atau 5 clumps ditemukan dalam rata – rata lapangan pandang :

hitung 25 lapangan pandang

 

Ø  Tulislah hasil untuk ketiga apusan dalam register laboratorium

Ø  Bilas kaca obyek dengan xylol, jangan dihapus

Ø  Simpan kaca obyek dalam box slide untuk kontrol kualitas (quality Control)

Ø  Kaca obyek yang tidak disimpan untuk quality control harus dimusnahkan atau didesinfeksi, didihkan dan cuci untuk digunakan kembali pada pemeriksaan rutin (misalnya tinja, urine), kaca obyek tidak boleh digunakan untuk apusan kulit lain atau pemeriksaan sputum

Ø  Sampaikan hasil pemeriksaan pada petugas yang meminta apusan kulit

Catatan : Untuk hasil positif, baik IB rata-rata atau IB tertinggi dapat diambil sebagai IB penderita tersebut.


Indeks Morfologi

Merupakan presentase basil kusta, bentuk utuh (solid) terhadap seluruh BTA. Sebaiknya dicari lapangan pandang yang paling baik, artinya tidak ada globus/clumps. Jika tidak ada, ambil lapangan pandang yang paling sedikit mengandung globus/clumps. Apabila ditemukan globus/clumps jangan dihitung

 

          Jumlah BTA yang utuh

IM = ------------------------------- X 100%

         Jumlah seluruh BTA

 

Indeks morfologi merguna untuk mengetahui daya penularan kuman, juga untuk menilai hasil pengobatan dan membantu resistensi obat.

Contoh menghitung IB dan IM :

Lokasi Pengambilan

Kepadatan

Solid

 

Fragmented/Granulated

 

1. Daun Telinga Kiri

5 +

5

 

95

 

2.Daun telinga kanan

4 +

6

 

94

 

3.Paha kiri

4 +

3

 

97

 

4.Bokong kanan

4 +

4

 

96

 

Jumlah

17 +

18

 

382

 

 

             17                                                        18

IB =  ----------- = positif 4,25          IM = -----------------  X 100 % = 4,50 %

              4                                                   18 + 382


Download modul SOP pemeriksaan BTA skin smear 

Tuesday, January 17, 2023

Desa Endemis DBD tahun 2022

Berikut ini daftar desa, puskesmas, kecematan endemis, sporadis dan potensial DBD sampai dengan akhir tahun 2022. Terdapat 18 kecamatan endemis dan 1 kecamatan sporadis. 26 wilayah puskesmas endemis, 2 wilayah puskesmas sporadis dan 1 wilayah puskesmas potensial. 49 desa endemis, 171 desa sporadis dan 67 desa potensial.  Daftar desa endemis ini bisa menjadi pertimbangan untuk diprioritaskan dalam kegiatan survey jentik dan PSN.

 
  

Thursday, January 12, 2023

Target Penemuan Kasus Kusta Baru Kab. Tegal tahun 2023

Sesuai dengan rencana strategis pembangunan kesehatan di Kabupaten Tegal, kita menarget temuan kasus kusta baru di tahun 2023 dengan angka penemuan sebenar minimal 11,25 per 100 ribu penduduk. Target penemuan kasus kusta baru untuk setiap Puskesmasnya diperoleh dengan perhitungan sebagai berikut:




1. Hitung angka absolut target temuan kasus baru Kab.Tegal tahun 2023
Dari target angka temuan kasus baru sesuai Renstra Kab. Tegal yaitu 11,25 per 100 ribu penduduk, dikalikan dengan jumlah penduduk (1.623.933 jiwa) maka diperoleh angka absolut sebesar 162 kasus. Inilah jumlah kasus baru yang harus ditemukan di Kab. Tegal pada tahun 2023. 

2. Hitung berapa rata-rata temuan kasus baru per Puskesmas per tahun dalam 5 tahun terakhir 
Ini bisa dilakukan dengan rekapitulasi data temuan kasus baru 5 tahun terakhir (2018-2022), dijumlahkan, lalu dibagi 5. 

3. Break down target temuan kasus baru tingkat Kabupaten Tegal (162 kasus), menjadi target per wilayah Puskesmas.

Rata-rata temuan kasus baru puskesmas dalam 5 tahun terakhir                x 162
Rata-rata temuan kasus baru kab Tegal dalam 5 tahun terakhir (182,2)

Contoh Puskesmas Kramat:  7,2     x 162 = 6,7 dibulatkan menjadi 7
                                             182,2

Target cakupan/capaian penemuan kasus baru adalah minimal 90% dari 7 pasien tersebut.

Indikator Kinerja Puskesmas program DBD Kabupaten Tegal tahun 2022

Evaluasi kinerja puskesmas untuk program DBD, menggunakan 3 indikator sebagai berikut:
1. Insiden Rate (angka kesakitan), degnan target <45 per 100 ribu penduduk
2. CFR (Angka Kematian), dengan target <1%
3. ABJ (Angka bebas Jentik), dengan target >95%

Berikut ini capaian kinerja puskesmas program DBD tahun 2022:



 

Indikator Kinerja Puskesmas Program Kusta Kab. Tegal tahun 2022

Di awal tahun 2023 ini seperti biasa kita melakukan evaluasi indikator kinerja Puskesmas, atau Desk PKP (Penilaian Kinerja Puskesmas) program kusta tahun 2022. Indikator kinerja program kusta ada 4:
1. CDR (Case Detection Rate) atau angka penemuan kasus baru, dengan target 11,5/100 ribu penduduk.
2. Proporsi kasus kusta anak dari temuan kasus baru, dengan target <5%
3. Proporsi cacat tk. II dari temuan kasus baru, target <5%
4. RFT rate/ angka kepatuhan berobat, dengan target >90%

Berikut ini capaian kinerja puskesmas program kusta tahun 2022






Sunday, November 20, 2022

Situasi Dengue Di Kabupaten Tegal s.d Minggu ke-40 tahun 2022

     Data Dengue/DBD tahun 2022 secara kumulatif yang sudah terlaporkan sebanyak 324 kasus Dengue yang terkonfirmasi DBD (dengan Insiden Rate 20/100.000 penduduk) dan 7 kematian (dengan CFR 2.16%). Kasus Dengue/DBD tersebut tersebar di 27 wilayah Puskesmas. Kematian Dengue tersebar di 7 wilayah Puskesmas. Secara umum terjadi peningkatan kasus Dengue sebanyak 2,7 x dibandingkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

1. 1. Insiden Rate (IR) tertinggi di Kabupaten Tegal pada tahun 2021 adalah wilayah Puskesmas Dukuhwaru dengan 44,5/100.000 penduduk. Sementara untuk tahun 2022 (s.d bulan Oktober) IR tertinggi adalah wilayah Puskesmas Kramat dengan 44,9/100.000 penduduk. Target IR dalam indikator kinerja program DBD adalah <45/100.000 penduduk. IR DBD Kabupaten Tegal sampai dengan bulan Oktober 2022 sudah mencapai 20/100.000 penduduk. Insiden Rate menggambarkan proporsi kesakitan DBD setiap 100.000 jumah penduduk.


2. Jumlah Penderita DBD di Kabupaten Tegal sampai dengan minggu ke-40 berdasarkan golongan umur adalah 17 (umur <1th), 73 (umur 1-4th), 197 (umur 5-14 th) 32 (umur 15-44th), 5 (umur >45 th) . Total semuanya berjumlah 324 kasus. Golongan umur yang selalu mendominasi jumlah kasus terbanyak adalah umur 5-14 tahun.


3. Jumlah kasus dan kematian DBD di Kabupaten Tegal s.d Minggu 40 tahun 2022 sejumlah 324 kasus dengan 7 kematian. Ini artinya CFR (Case Fatality Rate) DBD sudah mencapai 2,2 %. Target CFR adalah <1%.


4.     Tren jumlah kasus DBD bulanan selama beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa tahun 2022 mengalami perubahan tren, tidak seperti biasanya. Puncak penularan kasus DBD biasanya terjadi di awal atau akhir tahun, namun tahun 2022 ini puncak jumlah kasus DBD sudah terjadi di bulan Juli dan Agustus 2022.


5. Tren angka kesakitan/ Insiden Rate (IR) DBD tahunan dari tahun 2007 sampai dengan Okt 2022 menunjukan ketidakteraturan pola kenaikan/penurunan siklus secara periodik tertentu.

 

  

6.     Tren angka kematian/ Case Fatality Rate (CFR) kasus DBD di Kabupaten Tegal sejak tahun 2010 sampai dengan Oktober 2022 cenderung melebihi target (>1%). Hanya pernah satu kali memenuhi target, yaitu tahun 2019, yakni sebesar 0,8%.


7.     Jumlah kegiatan fogging DBD selama tahun 2022 ini terbanyak sejak tahun 2016. Peningkatan kasus di tahun 2022 ini sangat signifikan dan banyak yang memiliki hubungan epidemiologis penularan.


8.     Data endemisitas penyakit DBD tahun 2021 terdiri dari 41 desa endemis, 173 sporadis dan 73 potensial. Jumlah desa endemis di kabupaten Tegal terus mengalami peningkatan sejak tahun 2018. Desa endemis adalah desa yang selama 3 tahun berturut-turut terdapat kasus DBD.