Pelatihan yang dilaksanakan di Bapelkes Wonosobo 13-17 Juli 2026 telah berhasil membekali petugas vektor 29 puskesmas di Tegal dengan kemampuan mengenali vektor pembawa penyakit malaria. Hal ini seiring dengan adanya kebutuhan di lapangan untuk kewaspadaan malaria, sehubungan dengan Tegal masih menjadi wilayah potensial penularan malaria dari kasus import.
Dengen adanya kompetensi ini, maka 29 puskesmas di Tegal siap melakukan kegiatan survey vektor malaria, untuk mengetahui bagaimana pola keberadaan vektor malaria, yaitu nyamuk anopheles. Sehingga bisa memetakan wilayah mana yang paling berpotensi untuk terjadinya penularan malaria.
Tegal sendiri sudah dinyatakan bebas penularan kasus malaria lokal sejak tahun 2014. Namun dengan adanya mobilitas penduduk dari wilayah endemis seperti NTT, Maluku dan Papua, serta dengan pernah ditemukannya vektor malaria di desa Kajen Kec. Talang (2024) dan desa Guci Kec. Bojong (2020), maka perlu adanya survey vektor menyeluruh di wilayah Kab. Tegal agar kita bisa menentukan langkah-langkah pencegahan lebih dini.
No comments:
Post a Comment