Audio Bumper

Tuesday, January 27, 2026

Desa Endemis DBD 2025

Data DBD Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal tahun 2025, terdapat 67 desa endemis DBD, 180 desa sporadis, dan 40 desa potensial. Total kasus DBD di Kabupaten Tegal ada 555 kasus, dengan 1 orang meninggal. Kegiatan foging DBD dilaksanakan 209 kali, dan Chikungunya sebanyak 10 kali.
Desa endemis perlu mendapatkan perhatian dalam pengamatan trend penyakit, faktor risiko, perilaku PSN, pola penularan penyakit DBD, potensi menjadi wabah, langkah pencegahan DBD.

Berikut daftar desa endemis DBD:




 
 

Wednesday, January 21, 2026

Target temuan kasus kusta baru 2026

CDR (Case Detection Rate) Angka temuan kasus baru
CDR kasus baru kusta yang ditetapkan dalam renstra kabupaten Tegal tahun 2026 adalah 11 per 100.000 penduduk. Jika estimasi jumlah penduduk menurut Pusdatin adalah 1713099, maka kab. Tegal harus menemukan 188 kasus baru di tahun 2026.



Untuk target penemuan kasus baru setiap puskesmasnya di tahun 2026 ini, maka perhitungannya adalah berapa rata-rata penemuan kasus kusta baru puskesmas tersebut dalam 5 tahun terakhir, lalu dihitung secara proporsional untuk target 188 penderita baru se Kab. Tegal tersebut.
    
Misalkan Puskesmas Slawi:
Rata-rata temuan dalam 5 tahun terakhir: 5,6 pasien. Rata2 temuan kabupaten adalah 182.
Maka 5,6 dibagi 182, lalu dikalikan 188, hasilnya adalah 5,78, dibulatkan menjadi 6 penderita.

Sunday, January 18, 2026

Lapor frambusia online 2025

Paska Tegal mendapatkan sertifikat bebas frambusia, kita masih harus mempertahankan dan membuktikan bahwa memang benar-benar tidak ada kasus frambusia di kabupaten Tegal, dengan cara melaporkan secara online laporan zero report melalui link: https://bit.ly/LaporFrambusia. Laporan ini diisi maksimal tanggal 5 setiap bulannya.

Target SD dan Desa yang dilakukan pemeriksaan aktif pada tahun 2025 adalah minimal 80% .


link terkait: 

Dianjurkan petugas mengisi data petugas entry di sini: 

absensi kabupaten per bulan bisa dilihat di sini: 

absensi puskesmas per bulan bisa dilihat di sini: 

Revisi laporan yg salah entrian:

Indikator Kinerja Program Kusta 2026

Indikator kinerja program kusta tahun 2026 sbb:

1. Proporsi Kusta Baru tanpa cacat, baik cacat tk.1 maupun tk.2: >86%
    Cara menghitung:

    Jumlah penderita baru tanpa cacat 2026    x 100%
    Jumlah penderita kusta baru 2026

2. Proporsi Kasus Kusta anak di antara kasus baru: <5%
    Cara menghitung
    
    Jumlah penderita kusta usia anak (0-14th) 2026   x 100%
    Jumlah penderita kusta baru 2026


3. RFT Rate, atau persentase penderita kusta menyelesaikan pengobatan kusta tepat waktu >90%
    Cara menghitung RFT Rate :
    
    Jumlah pasien baru 2024 yang RFT (PB+MB) x 100%
    Jml penderita baru (PB + MB) tahun 2024   

Indikator Kinerja Program dan Indikator Kinerja Kegiatan DBD 2026


A. Indikator Kinerja Program (IKP) DBD 2026 adalah:

Case Fatality Rate (CFR).
Yaitu Angka kematian Dengue. Target tahun 2025 adalah <0,4%.
Cara menghitung:

Jumlah kematian Dengue (DD/DBD/DSS/EDS)     x  100%
Jumlah kasus Dengue  


B. Indikator Kinerja Kegiatan (IKP) DBD 2026:

Upaya Pencegahan Dengue: Prosentase jumlah minggu puskesmas melakukan penemuan kasus dan PSN 3M plus.
Target tahun 2025 adalah 50%.
Cara menghitung:

Jumlah minggu di mana puskesmas melakukan PE dan PSN (desa manapun)    x 100%
Jumlah minggu dalam kalender epidemiologi                                                     

berikut data jumlah minggu tiap bulannya dalam kelender epidemiologi selama tahun 2026:

 


Monday, June 9, 2025

Indikator Kinerja Kegiatan/Program (IKK/IKP) DBD 2025


IKK DBD 2025 adalah:

1. Case Fatality Rate (CFR).
Yaitu Angka kematian Dengue. Target tahun 2025 adalah <0,5%.
Cara menghitung:

Jumlah kematian Dengue (DD/DBD/DSS/EDS)     x  100%
Jumlah kasus Dengue  

2. Upaya Pencegahan Dengue: Prosentase jumlah minggu puskesmas melakukan penemuan kasus dan PSN 3M plus.
Target tahun 2025 adalah 40%.
Cara menghitung:

Jumlah minggu di mana puskesmas melakukan PE dan PSN (desa manapun)    x 100%
Jumlah minggu dalam kalender epidemiologi                                                     


berikut data jumlah minggu tiap bulannya dalam kelender epidemiologi selama tahun 2025:

 

Wednesday, March 12, 2025

POPM kecacingan 2025

Alokasi obat Albendazole POPM kecacingan periode 2 tahun 2025:
 

POPM (Pemberian Obat Pencegahan Masal) Kecacingan periode 2 (Agustus Oktober) 2025:

Dosis albendazole:
- 12-23 bln: 200 mg
- 2-12 th: 400 mg

Jarak dengan:
- vit.A: 1 mggu
- vaksinasi: 2 mggu
- obat cacing lain: 2 bln

Sunday, March 9, 2025

Cara mengisi laporan suspek malaria di sismal

Ada salah satu indikator dalam program malaria yaitu Positivity Rate, targetnya harus kurang dari 5%. Artinya, jumlah pasien malaria positif harus <5% dari jumlah suspek yang diperiksa. Cara mengisi laporan suspek malaria di sismal adalah sebagai berikut:
 

1. Masuk aplikasi web sismal https://sismal.kemkes.go.id/ dengan ID dan password yang sdh diberikan
2. Pilih fitur: Data kasus >> Register malaria 2 >> Tahun laporan>> bulan laporan>>
3. Kegiatan penemuan: pilih PCD
4. Jumlah suspek Malaria yang tidak diperiksa: pilih 0
5. Jumlah suspek malaria yang diperiksa: isi sesuai data. Lalu simpan. Selesai.

Wednesday, February 26, 2025

Kemoprofilaksis 2025

Kemoprofilaksis kusta adalah tindakan pencegahan penyakit kusta dengan pemberian obat tertentu. Dalam hal ini adalah Rifampicin. Kemoprofilaksis kusta di Kabupaten Tegal sudah dimulai sejak tahun 2020. Kabupaten Tegal saat itu menjadi percontohan kegiatan Kemoprofilaksis pertama di Jawa Tengah.

Diharapkan, 5 tahun sejak pertama diberikan penemuan kasus kusta baru akan menurun teratur secara signifikan karena efek perlindungan yang diberikan. Kegiatan ini akan terus diberikan pada kontak erat pasien baru yang ditemukan. Berikut ini alokasi obat Rifampisin untuk Kemoprofilaksis di Kabupaten Tegal tahun 2025.     



Monday, January 20, 2025

SITASIA: Sistem Informasi Kusta dan Frambusia

 

sitasia.online/login.html